Beri Dukungan
first published at:
updated at:
    Flora
    Jawa Barat
    Obat Bisul dan Bintit
    Euphorbia hirta
    Obat Batuk

Identitas Penamaan

Patikan kebo secara ilmiah dalam bahasa Latin dinamakan sebagai Euphorbia hirta. Secara internasional dalam bahasa Inggris tumbuhan ini populer dengan nama asthma plantgarden spurgehairy spurge, atau pillpod sandman

Di India tumbuhan ini populer dengan nama baridhudi atau chitakuti, di Jepang dengan nama shima-nishikiso, di Malaysia dengan nama ara tanah, di Filipina dengan nama botobonis atau gatas - gatas dan di Thailand dengan nama nam nom raaychasee.

Di Indonesia sendiri spesies Euphorbia hirta ini memiliki banyak nama lokal sesuai dengan bahasa daerahnya. Di daerah berbahasa Jawa tumbuhan ini dikenal dengan dengan nama patikan kebo, dalam bahasa Melayu sebagai daun biji kacang, dalam bahasa Madura sebagai kukon - kukon atau ka’ - seka’an, dalam bahasa Ternate sebagai isu maibi, dalam bahasa Tidore sebagai isu gibi serta sebagai gelang susu atau gendong anak dalam bahasa Betawi. 

Nama genusnya Euphorbia diambil dari nama seorang dokter asal Yunani untuk raja Juba dari sebuah negara kuno di Afrika Utara Numida pada tahun 12 sebelum Masehi yang bernama Euphorbus. Pada awalnya raja Juba menamakan sebuah pohon kaktus sebagai penghormatan terhadap Euphorbus. Namun kemudian Linnaeus menamakan seluruh genus dengan menggunakan nama tersebut (Euphorbia Hirta, 2024). Sedangkan nama spesifiknya ‘hirta’ berasal dari bahasa Latin yang berarti berambut. Nama ini mengacu pada batang cabangnya yang berambut (NParks | Euphorbia Hirta, 2023). 

Taksonomi

Kingdom

Plantae

Phylum

Tracheophyta

Class

Magnoliopsida

Order

Malpighiales

Family

Euphorbiaceae

Genus

Euphorbia

Species

Euphorbia hirta

patikan kebo - Euphorbia hirta - 2.jpg

Asal

Spesies merupakan spesies tumbuhan asli Amerika tropis yang kini telah tersebar luas di dataran rendah di seluruh daerah tropis dan subtropis di dunia (“Euphorbia Hirta (Garden Spurge),” 2022). 

Deskripsi Bentuk dan Habitat

Patikan kebo merupakan tumbuhan herba tahun yang merambat dan menanjak dengan ketinggian yang dapat mencapai hingga 15 sampai 50 cm. Patikan kebo dapat dikategorikan sebagai gulma berumur pendek yang berkecambah dan berbunga sepanjang tahun.

Tumbuhan ini memiliki batang berbulu lebat setengah tegak yang berwarna kemerahan atau keunguan dengan bulu kuning dan getah seperti susu. Daun - daunnya tumbuh secara berhadapan dengan panjang antara 1 hingga 4 cm dengan lebar antara 1 hingga 1,5 cm dengan bentuk lonjong berujung runcing dan bertepi gerigi halus. Warnanya seringkali kemerahan dengan bercak ungu pada permukaan atasnya. 

Perbungaannya padat dan berkelompok dengan bentuk bulat dan memiliki ukuran lebar antara 5 sampai 10 mm. Umumnya berwarna hijau atau merah muda dengan tangkai pendek tanpa kelopak yang muncul dari ketiak daunnya. Adapun tangkai bunganya berwarna cokelat kemerahan. 

Spesies ini memiliki buah yang berwarna kekuningan dan berbulu serta berbentuk kapsul berlobus yang terbagi menjadi tiga ruas berbiji. Biji - bijinya berukuran sangat kecil dengan bentuk lonjong berwarna kemerahan. Setiap dari tumbuhannya dapat menghasilkan hingga 3000 biji.  

Spesies patikan kebo umumnya dapat ditemukan tumbuh sebagai gulma di lahan kosong atau di tepi jalan.

patikan kebo - Euphorbia hirta - 3.jpg

Kegunaan dan Manfaat Patikan Kebo bagi Kesehatan

Patikan kebo telah lama digunakan sebagai obat tradisional di berbagai negara. Seluruh bagian dari tumbuhannya dikatakan dapat digunakan secara langsung atau setelah dikeringkan. Pemanfaatannya terutama digunakan untuk membantu mengobati maag, disentri, infeksi saluran cerna, infeksi kulit, diabetes melitus dan gangguan pernafasan. Getah batangnya dapat digunakan untuk mengobati bintit pada kelopak mata sedangkan tapal daunnya dapat digunakan untuk mengobati bengkak dan bisul  (NParks | Euphorbia Hirta, 2023).  

Secara ilmiah, spesies ini diketahui memiliki beberapa kandungan bioaktivitas yang diantaranya yaitu antimikroba, antioksidan, anti diabetes melitus, anti stress, anti  kanker, dan anti batu ginjal. Ekstrak yang didapatkan dari spesies ini meliputi dedquercetrin, dimethoxyquercetrin, hirta coumaroflavonoside, dan hirta flavonoside-B yang bioaktif dalam menghambat α-glukosidase (Marina Silalahi, 2021). 


Bagikan catatan ini

Ikuti Studiofru | Green Project melalui media sosial untuk mendapatkan informasi singkat mengenai flora dan fauna

Catatan Terbaru