Beri Dukungan
first published at:
updated at:
    Flora
    Jawa Barat
    Tanaman Beracun
    Kamboja Jepang
    Adenium obesum
    Efek Racun Kamboja Jepang

Identitas Penamaan

Kamboja Jepang secara ilmiah dalam bahasa Latin dinamakan sebagai Adenium obesum. Secara internasional dalam bahasa Inggris tanama ini populer dengan nama desert rose

Nama genusnya berasal dari bahasa Arab untuk “dari Aden” yang kemudian disadur ke dalam bahasa Latin menjadi Adenium. Nama genusnya mengacu pada lokasi di mana tumbuhan ini pertama kali ditemukan. Nama spesifiknya obesum berasal dari kata “obese” yang kemudian dapat diartikan sebagai gemuk atau sukulen (memiliki jaringan berdaging tebal yang beradaptasi dengan penyimpanan air). 

Penamaan awalnya dilakukan oleh Pehr Forsskål, yang memasukkannya ke dalam Flora Aegyptiaco-Arabica 205 pada tahun 1775. Namun, pada tahun 1819, nama Adenium obesum ditetapkan oleh Johann Jakob Roemer dan Josef August Schultes dan dimasukan dalam System Vegetabilium. Nama tersebut kemudian digunakan hingga pada saat ini (Find Trees & Learn | University of Arizona Campus Arboretum, 2021). 

Karena kemiripannya dengan miniatur pohon kamboja dan popularitasnya dalam bonsai, tanaman ini kemudian juga dikenal sebagai kamboja Jepang (Japanese frangipani). 

Taksonomi

Kingdom

Plantae

Phylum

Tracheophyta

Class

Magnoliopsida

Order

Gentianales

Family

Apocynaceae

Genus

Adenium

Species

Adenium obesum

Asal

Tanaman ini berasal dari wilayah gurun tropis di kawasan timur dan timur laut benua Afrika, semenanjung Arab dan Madagaskar. Kini tanaman ini telah banyak tersebar ke berbagai wilayah negara tropis di dunia termasuk di Indonesia. Di Filipina, karena awal penyebarannya berasal dari Bangkok, Thailand, tanaman ini juga populer dengan nama Bangkok kalachuchi

Deskripsi Bentuk dan Pertumbuhan

Kamboja Jepang merupakan tanaman kecil dengan daun lebar yang selalu hijau. Tanaman ini dapat tumbuh hingga ketinggian yang mencapai 2,7 meter dengan lebar 91 cm. 

Ciri utama pada tanaman ini terletak pada batang tebalnya yang gemuk dan berwarna hijau pucat. Daun - daunnya yang berwarna hijau dengan bentuk yang lonjong tersusun secara spiral pada batangnya. Kamboja Jepang menghasilkan kelompok bunga berbentuk lonceng dengan variasi warna merah muda, merah, dan putih. 

Spesies tanaman ini cenderung toleran terhadap kekeringan. Namun, untuk dapat tumbuh dengan baik, ia memerlukan sinar matahari penuh. Kamboja Jepang juga dikatakan tidak memerlukan banyak air.

Kegunaan Lain, Efek Racun dan Manfaat Kamboja Jepang bagi Kesehatan

Kamboja Jepang umumnya ditanam sebagai tanaman hias yang dapat mempercantik dekorasi taman atau kebun. Meskipun begitu, di negara asalnya di Afrika, tanaman kamboja Jepang juga digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional.

Spesies adenium Obesum atau kamboja Jepang dapat mengeluarkan lateks beracun yang digunakan secara luas di Afrika sebagai racun yang dibalurkan pada ujung panah oleh masyarakat Swahili. Walaupun diketahui memiliki toksisitas yang tinggi, tanaman kamboja Jepang juga diyakini memiliki sifat antikanker, antivirus, antibakteri dan anti oksidan. Rebusan akarnya digunakan untuk mengobati penyakit kelamin dan rinitis sedangkan esktrak dari akar atau kulit batangnya dikatakan mampu mengobati penyakit kulit dan membunuh kutu (Find Trees & Learn | University of Arizona Campus Arboretum, 2021). 

Adapun sumber lain menyebutkan bahwa lateksnya yang beracun dapat menyebabkan dermatitis kontak. Seluruh bagian dari spesies ini beracun dan dapat memberikan efek terhadap tubuh seperti mual, muntah, diare, anoreksia, depresi detak jantung tidak terartur dan kemungkinan kematian (Adenium Obesum (Desert Azalea, Desert Rose, Impala Lily, Kudu Lily, Mock Azalea, Sabi Star) | North Carolina Extension Gardener Plant Toolbox, 2024). 


Bagikan catatan ini

Ikuti Studiofru | Green Project melalui media sosial untuk mendapatkan informasi singkat mengenai flora dan fauna

Catatan Terbaru