Studiofru | Green Project
Studiofru | Green Project

Artikel.

Cabai (Capsicum)

Flora
Setu Patok
Cover Image for Cabai (Capsicum)

Identitas Penamaan

Capsicum atau yang lebih dikenal dengan nama cabai di Indonesia secara internasional dikenal sebagai chili pepper atau chile pepper.

Asal

Cabai diketahui berasal dari wilayah Amerika Selatan. Lebih tepatnya di wilayah Amerika yang kini telah menjadi negara Bolivia pada 7.500 sebelum masehi. Menjadikannya tanaman budidaya tertua di Amerika dengan pembudidayaan yang dimulai di Meksiko, Bolivia hingga Amazon.

Namun sumber lain menyatakan bahwa cabai berasal dari dataran rendah Brazil sebagai buah kecil berwarna merah dengan bentuk buat mirip buah berry. Lokasi ini disebut 'kawasan nuklir' dan memiliki jumlah spesies cabai liar terbesar di dunia. Para ilmuwan percaya bahwa burung terutama bertanggung jawab atas penyebaran cabai liar keluar dari 'kawasan nuklir' ini. Selama berabad-abad, burung mengembangkan hubungan simbiosis dengan cabai. Burung tidak memiliki reseptor di mulutnya yang merasakan "panas" dan sistem pencernaan burung tidak merusak biji cabai (The Story of Chile Peppers | New Mexico State University - BE BOLD. Shape the Future.).

Christopher Columbus dinyatakan sebagai salah satu penyebar tanaman ini ke wilayah Eropa dari Amerika Selatan. Sedangkan para saudagar Portugis merupakan orang - orang yang pertama kali melakukan penyebaran tanaman ini melalui jalur perdagangan rempah. Tanaman ini diperkenalkan di India oleh Portugis menjelang akhir abad ke-16 masehi.

Deskripsi Bentuk dan Jenis Spesies dari Cabai

Cabai merupakan tanaman buah yang memiliki banyak variasi warna, ukuran, bentuk dan rasa. Secara umum buah cabai biasanya berwarna merah atau hijau. Cabai mengandung capsaicin, sebuah kandungan yang memberikan rasa pedas yang khas.

Adapun beberapa jenis dari spesies cabai yaitu:

  1. Capsicum annuum - termasuk di dalam jenisnya adalah paprika, cabai rawit, jalapenos, chiltepin dan semua jenis cabai New Mexico

  2. Capsicum chinese - termasuk di dalam jenisnya adalah habanero, cabai hantu (ghost chili pepper), datil dan Scoth bonnet

  3. Capsicum frutescens - termasuk di dalamnya adalah malagueta, tabasco, paprika thailand, piri - piri dan Kambuzi Malawi

  4. Capsicum baccatum - termasuk di dalamnya adalah paprika aji Amerika Selatan

  5. Capsicum pubescense - termasuk di dalamnya adalah rocoto Amerika Selatan

macam - macam spesies cabai

Spesies cabai yang paling umum untuk dibudidayakan adalah kultivar Capsicum annuum, termasuk cabai rawit, jalapeño, serrano, dan cabai Thailand. Sedangkan beberapa cabai terpedas adalah kultivar C. chinense, termasuk habanero, penuai Carolina, dan cabai hantu, atau bhut jolokia, meskipun tabasco adalah kultivar C. frutescens (The Editors of Encyclopaedia Britannica, "Chili Pepper | Spicy Heat, Capsaicin, Cultivation").

Peru memiliki varietas keragaman Capsicum yang dibudidayakan tertinggi karena merupakan pusat diversifikasi di mana varietas dari kelima domestikasi diperkenalkan, ditanam, dan dikonsumsi pada masa pra-Columbus.

Penggunaan Cabai dalam Budaya Kuliner

Cabai merupakan salah satu komoditas buah yang mudah ditemukan di berbagai negara di dunia. Cabai dapat dimakan dalam keadaan segar atau dikeringkan dan digunakan untuk membuat bubuk cabai. Di Indonesia sendiri cabai hampir selalu ada dalam setiap hidangan terutama di daerah pulau Jawa dan Sumatera.

Industri Cabai

Berdasarkan data dari Food and Agriculture Organization Perserikatan Bangsa Bangsa, sampai pada tahun 2021 Indonesia menduduki peringkat keempat di dunia sebagai negara produsen cabai hijau yang diikuti oleh Spanyol, Amerika Serikat dan Nigeria. Sedangkan China, Meksiko dan Turkiye masing - masing menduduki peringkat satu, dua dan tiga.

Manfaat Cabai bagi Kesehatan

Menurut sebuah artikel yang ditulis oleh Atli Arnarson dikatakan bahwa cabai sebagai buah mengandung beberapa nutrisi yang baik bagi kesehatan. Diantaranya yaitu vitamin A, vitamin C, vitamin B6, vitamin K1, potasium, zat besi dan serat.

Kandungan nutrisi yang terkandung dalam cabai jika dikonsumsi secara tepat dapat membantu proses pengurangan berat badan, penurunan rasa sakit serta membantu menanggulangi sakit jantung (WebMD Editorial Contributors, "Health Benefits of Chili, Chili Peppers, and Chili Powder").

Daftar Pustaka

---. "Chili Pepper | Spicy Heat, Capsaicin, Cultivation." Encyclopedia Britannica, 13 July 2023, www.britannica.com/plant/chili-pepper.

BSc, Atli Arnarson, PhD. "Chili Peppers 101: Nutrition Facts and Health Effects." Healthline, 13 May 2019, www.healthline.com/nutrition/foods/chili-peppers.

Food and Agriculture Organization of the United Nation. "Crops and Livestock Products." Food and Agriculture Organization of the United Nation, 24 Mar. 2023, www.fao.org/faostat/en/#data/QCL/visualize. Accessed 25 July 2023.

GoToChef. 2 May 2018, www.justgotochef.com/ingredients/chili-pepper.

The Story of Chile Peppers | New Mexico State University - BE BOLD. Shape the Future. cpi.nmsu.edu/chile-info/for-kids-pages/the-story-of-chile-peppers.html.

WebMD Editorial Contributors. "Health Benefits of Chili, Chili Peppers, and Chili Powder." WebMD, 4 Jan. 2014, www.webmd.com/diet/health-benefits-chili-peppers.


Cetak artikel ini

Share

Comment on this article

Cari Artikel

Filter Berdasarkan Kategori

Filter Berdasarkan Lokasi

Catatan Lainnya

Cover Image for Chaya (Cnidoscolus aconitifolius) dan Kandungan Proteinnya yang Dianggap Cocok sebagai Bahan Makanan Pengganti Daging

Chaya (Cnidoscolus aconitifolius) dan Kandungan Proteinnya yang Dianggap Cocok sebagai Bahan Makanan Pengganti Daging

Flora
Setu Patok

Daun chaya mentah dikatakan dapat menjadi racun karena mengandung glukosida yang dapat mengeluarkan racun sianida.

Studiofru
Studiofru
Cover Image for Budaya Lokal Masyarakat Papua Nugini dalam Memanfaatkan Ubi Jalar (Ipomoea batatas) sebagai Bahan Pangan

Budaya Lokal Masyarakat Papua Nugini dalam Memanfaatkan Ubi Jalar (Ipomoea batatas) sebagai Bahan Pangan

Flora
Setu Patok

Daun merupakan salah satu bagian dari tanaman ubi jalar yang bisa dikonsumsi. Beberapa kandungan diketahui berada pada daun tanaman ini, diantaranya yaitu vitamin B2, C, E, biotin dan beta-karoten.

Studiofru
Studiofru
Cover Image for Bunga Matahari (Helianthus annuus L.)

Bunga Matahari (Helianthus annuus L.)

Flora
Setu Patok

Minyak dari bunga matahari digunakan baik untuk memasak maupun dalam industri misalnya sebagai bahan dasar cat, sabun dan pelumas.

Studiofru
Studiofru
Cover Image for Kersen/Ceri (Muntingia calabura)

Kersen/Ceri (Muntingia calabura)

Flora
Setu Patok

Banyak penelitian telah dilakukan untuk membuktikan bahwa daun pohon kersen dapat membantu untuk penyakit diabetes.

Studiofru
Studiofru
Cover Image for Daun Ungu (Graptophyllum pictum)

Daun Ungu (Graptophyllum pictum)

Flora
Setu Patok

Berbagai sumber menyebutkan bahwa daun ungu khususnya yang bervarietas urido-sanguineum Sims memiliki khasiat sebagai obat herbal untuk penyakit wasir.

Studiofru
Studiofru
Cover Image for Mangsian (Phyllanthus reticulatus)

Mangsian (Phyllanthus reticulatus)

Flora
Setu Patok

Dalam pengobatan tradisional sebagaimana tercatat dalam Ayurveda, tumbuhan ini terutama bagian daunnya banyak digunakan untuk pengobatan malaria, diabetes, polio, campak, asma, sakit tenggorokan, gigitan ular, konjungtivitis, anemia, penyakit mata, luka, luka bakar, pendarahan gusi, kejang otot, cacingan, sakit kepala, dan abses.

Studiofru
Studiofru


© 2022 - 2026 © Studiofru. All rights reserved.