Studiofru | Green Project
Studiofru | Green Project

Artikel.

Flaming Torch (Billbergia pyramidalis)

Flora
Setu Patok
Cover Image for Flaming Torch (Billbergia pyramidalis)

Identitas Penamaan

Billbergia pyramidalis lebih dikenal dengan nama Flaming Torch (Obor Menyala), Queen's Tears, Summer Torch atau Foolproof Plant. Tanaman ini merupakan tanaman hias dari keluarga Bromeliaceae. Tanaman ini pertama kali ditemukan oleh John Sims dengan nama yang pertama kali diutarakan oleh John Lindley.

Genus ini merupakan penghormatan kepada ahli botani dari Swedia yang bernama Gustav Johann Billberg (1772-1844); nama latin spesies "pyramidalis" = piramidal, mengacu pada bentuk perbungaannya (Monaco Nature Encyclopedia, 2022).

Asal

Flaming Torch berasal dari wilayah Amerika Selatan seperti Brazil, Kuba dan Venezuela yang kemudian banyak menyebar ke wilayah lain termasuk juga negara -- negara di wilayah Asia Tenggara seperti Indonesia dan Singapura.

Pertumbuhan dan Deskripsi Bentuk

Perbungaan yang berada di tengah roset, terbentuk oleh tangkai bunga sepanjang sekitar 25 cm yang ditutupi oleh bulu putih dan dilengkapi bracts tipis, lebih panjang dari ruas, berwarna merah muda dengan sisik abu-abu mikroskopis, yang menjadi lebih tebal di sisi bagian atas di bawah perbungaan.  Pada ujung batangnya terletak gugusan perbungaan dengan bentuk yang menyerupai piramida terbalik dengan tinggi sepanjang 12 cm dan lebar 6 cm dengan sedikit bracts bunga atau tidak ada sama sekali (Monaco Nature Encyclopedia, 2022).

Variasi bunganya memiliki panjang sepanjang 5 cm, dengan warna merah cenderung ungu di bagian puncaknya, sepal -- sepalnya ditutupi oleh bubuk putih dan merah cerah dengan gradasi ungu di puncak. Panjang kelopak bisa mencapai hingga 8 cm dengan bentuk bengkok di bagian sambungan.

Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di daerah -- daerah dengan iklim tropis dan sub tropis. Dapat diperbanyak melalui biji yang disebar dengan penyiraman yang terarut di daerah yang lebab dan terang namun tidak dibawah sinar matahari langsung.

Daftar Pustaka

Monaco Nature Encyclopedia. (2022, November 11). Billbergia pyramidalis. Retrieved from Monaco Nature Encyclopedia: https://www.monaconatureencyclopedia.com/billbergia-pyramidalis/?lang=en


Cetak artikel ini

Share

Comment on this article

Cari Artikel

Filter Berdasarkan Kategori

Filter Berdasarkan Lokasi

Catatan Lainnya

Cover Image for Chaya (Cnidoscolus aconitifolius) dan Kandungan Proteinnya yang Dianggap Cocok sebagai Bahan Makanan Pengganti Daging

Chaya (Cnidoscolus aconitifolius) dan Kandungan Proteinnya yang Dianggap Cocok sebagai Bahan Makanan Pengganti Daging

Flora
Setu Patok

Daun chaya mentah dikatakan dapat menjadi racun karena mengandung glukosida yang dapat mengeluarkan racun sianida.

Studiofru
Studiofru
Cover Image for Budaya Lokal Masyarakat Papua Nugini dalam Memanfaatkan Ubi Jalar (Ipomoea batatas) sebagai Bahan Pangan

Budaya Lokal Masyarakat Papua Nugini dalam Memanfaatkan Ubi Jalar (Ipomoea batatas) sebagai Bahan Pangan

Flora
Setu Patok

Daun merupakan salah satu bagian dari tanaman ubi jalar yang bisa dikonsumsi. Beberapa kandungan diketahui berada pada daun tanaman ini, diantaranya yaitu vitamin B2, C, E, biotin dan beta-karoten.

Studiofru
Studiofru
Cover Image for Bunga Matahari (Helianthus annuus L.)

Bunga Matahari (Helianthus annuus L.)

Flora
Setu Patok

Minyak dari bunga matahari digunakan baik untuk memasak maupun dalam industri misalnya sebagai bahan dasar cat, sabun dan pelumas.

Studiofru
Studiofru
Cover Image for Kersen/Ceri (Muntingia calabura)

Kersen/Ceri (Muntingia calabura)

Flora
Setu Patok

Banyak penelitian telah dilakukan untuk membuktikan bahwa daun pohon kersen dapat membantu untuk penyakit diabetes.

Studiofru
Studiofru
Cover Image for Daun Ungu (Graptophyllum pictum)

Daun Ungu (Graptophyllum pictum)

Flora
Setu Patok

Berbagai sumber menyebutkan bahwa daun ungu khususnya yang bervarietas urido-sanguineum Sims memiliki khasiat sebagai obat herbal untuk penyakit wasir.

Studiofru
Studiofru
Cover Image for Mangsian (Phyllanthus reticulatus)

Mangsian (Phyllanthus reticulatus)

Flora
Setu Patok

Dalam pengobatan tradisional sebagaimana tercatat dalam Ayurveda, tumbuhan ini terutama bagian daunnya banyak digunakan untuk pengobatan malaria, diabetes, polio, campak, asma, sakit tenggorokan, gigitan ular, konjungtivitis, anemia, penyakit mata, luka, luka bakar, pendarahan gusi, kejang otot, cacingan, sakit kepala, dan abses.

Studiofru
Studiofru


© 2022 - 2026 © Studiofru. All rights reserved.