Studiofru | Green Project
Studiofru | Green Project

Artikel.

Komersialisasi Tanaman Kacang Hias (Arachis pintoi)

Flora
Setu Patok
Cover Image for Komersialisasi Tanaman Kacang Hias (Arachis pintoi)

Arachis pintoi atau yang lebih dikenal dengan nama kacang hias merupakan spesies tanaman yang berasal dari wilayah Amerika Selatan. Kepopulerannya sebagai tanaman yang mampu membantu menjaga kesehatan tanah membuatnya banyak dibudidayakan di berbagai negara di dunia.

Identitas Penamaan

Kacang hias secara ilmiah dalam bahasa Latin dinamakan sebagai Arachis pintoi. Secara internasional dalam bahasa Inggris tanaman ini dikenal dengan nama yellow peanut plant atau pinto peanut.

Nama genusnya Arachis berasal dari bahasa Yunani untuk kacang-kacangan ('arakis'). Sedangkan nama spesiesnya pintoi diambil dari nama penjelajah Portugis dan administrator kolonial Afrika, Alexandre Alberto da Rocha de Serpa Pinto (1846-1900), yang mengikuti sekolah militer pada usia 10 tahun, dan merupakan orang pertama yang memetakan rute akurat antara Afrika bagian timur dan barat. Apa yang dilakukan oleh Alexandre Alberto da Rocha de Serpa Pinto merupakan suatu prestasi yang membuatnya dianugerahi Medali Pendiri oleh Royal Geographical Society Inggris pada tahun 1881 (NParks | Arachis Pintoi, 2022).

Taksonomi

Kingdom: Plantae
Phylum: Spermatophyta
Class: Magnoliopsida
Order: Fabales
Family: Fabaceae
Genus: Arachis
Species: Arachis pintoi

kacang hias

Asal, Penyebaran dan Negara - Negara Budidaya Komersialisasi Kacang Hias

Genus Arachis (Leguminosae) adalah tanaman asli yang berasal dari wilayah Amerika Selatan dan memiliki 80 spesies yang diakui secara resmi. Entitas-entitas ini telah disatukan menjadi sembilan bagian sesuai dengan morfologi, distribusi geografis dan kompatibilitas silangnya. Di antara spesies - spesies tersebut, adapun bagian Caulorrhizae mencakup dua spesies, yaitu A. pintoi dan A. repens. Spesies - spesies tersebut adalah diploid yang tumbuh secara alami di negara bagian Goia, Bahia dan Minas Gerais di Brasil. Arachis pintoi, selain memiliki benih yang baik di sebagian besar aksesinya, diadaptasi untuk perbanyakan klonal dengan menggunakan stolon (Lavia et al., 2011).

Kacang hias kemudian telah banyak didistribusikan di wilayah Australia, Argentina, Amerika Serikat dan baru - baru ini di Asia Tenggara, Amerika Tengah dan Pasifik. Sementara itu, budidaya komersil kacang hias telah dilakukan di Australia, Kosta Rika, Brasil, Kolombia dan Honduras (Kartika et al., n.d.).

Deskripsi Bentuk

Kacang hias atau Arachis pintoi merupakan spesies tanaman dari keluarga Fabaceae yang juga merupakan tumbuhan kacang - kacangan pengikat nitrogen. Karakteristik utama dari tumbuhan ini yaitu bunganya yang berwarna kuning terang dan berbentuk kacang polong yang tumbuh secara bebas pada tangkai tandannya yang pendek.

Kacang hias merupakan tumbuhan lantai yang pendek dengan pertumbuhan padang rumputnya yang tidak mencapai lebih dari 20 cm. Tumbuhan ini dapat tumbuh di tanah yang berpasir atau tanah liat serta dapat mentolerir banjir dan dapat tumbuh dengan baik di bawah naungan yang lebat.  Ia juga dikatakan dapat bertahan hidup di daerah dengan curah hujan tahunan sekitar 1.000 mm atau kurang serta dapat bertahan pada musim kemarau selama 3 sampai 4 bulan (Kartika et al., n.d.).

Arachis pintoi, selain memiliki benih yang baik di sebagian besar aksesinya, diadaptasi untuk perbanyakan klonal dengan menggunakan stolon (Lavia et al., 2011). Meskipun tanaman tersebut memiliki nama umum sebagai kacang - kacangan, tanaman ini tidak menghasilkan kacang tanah (NParks | Arachis Pintoi, 2022).

kacang hias

Manfaat dan Kegunaan Kacang Hias

Tumbuhan kacang hias diketahui memiliki banyak manfaat terhadap kesehatan tanah. Berbagai laporan telah menyebutkan bahwa kacang hias dapat meningkatkan kualitas tanah seperti kepadatan tanah, struktur tanah dan kelembaban serta porositas tanah.

Umumnya para petani dan peneliti menggunakan tumbuhan kacang hias sebagai tanaman hidup penutup tanah bagi produksi sayuran, kebun buah - buahan, perkebunan atau padang rumput yang berasosiasi dengan rumput kacang - kacangan karena kacang hias merupakan tanaman yang baik untuk mengurangi tingkat erosi, dapat menghasilkan permukaan tanah yang padat, memperbaiki area terdegradasi, memiliki nilai nutrisi yang tinggi dan rendah kandungan fiber serta dapat tumbuh pada tanah rendah pupuk, minim irigasi dan tanpa pestisida (Kartika et al., n.d.).

Dengan berbagai manfaat yang didapatkan dari tanaman kacang hias terutama bagi kesehatan tanah, kemungkinannya sangat besar untuk menggunakannya sebagai alternatif lain dalam rangka mengurangi terhadap kebutuhan pupuk kimia dalam industri pertanian dan perkebunan.

Lokasi

Daftar Pustaka

ACIR Community. (2023). Usda.gov. https://acir.aphis.usda.gov/s/cird-taxon/a0u3d000000UMI2AAO/arachis-pintoi‌

Kartika, J., Susila, A., & Reyes, m. (n.d.). Review of Literature on Perennial Peanut (Arachis pintOl) as Potential Cover Crop in the Tropics. Retrieved October 8, 2023, from https://repository.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/33099/5/PRO2009_JGK.pdf

Lavia, G. I., Ortiz, A., Robledo, G., & Seijo, G. (2011, July). Origin of triploid Arachis pintoi (Leguminosae) by autopolyploidy evidenced by FISH and meiotic behaviour. ResearchGate; Oxford University Press. https://www.researchgate.net/publication/51238847_Origin_of_triploid_Arachis_pintoi_Leguminosae_by_autopolyploidy_evidenced_by_FISH_and_meiotic_behaviour

NParks | Arachis pintoi. (2022). Nparks.gov.sg. https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/1/6/1684


Cetak artikel ini

Share

Comment on this article

Cari Artikel

Filter Berdasarkan Kategori

Filter Berdasarkan Lokasi

Catatan Lainnya

Cover Image for Pengkonsumsian Telang (Clitoria ternatea) sebagai Teh di Indonesia

Pengkonsumsian Telang (Clitoria ternatea) sebagai Teh di Indonesia

Flora
Setu Patok

Ada pun bunga pada telang sebagai tumbuhan herbal disebutkan oleh berbagai sumber memiliki khasiat sebagai suplemen untuk meningkatkan fungsi kognitif dan meringankan gejala berbagai penyakit termasuk demam, peradangan, nyeri, dan diabetes.

Studiofru
Studiofru
Cover Image for Khasiat Daun Ungu (Graptophyllum pictum) dalam Membantu Menyembuhkan Wasir

Khasiat Daun Ungu (Graptophyllum pictum) dalam Membantu Menyembuhkan Wasir

Flora
Setu Patok

Berbagai sumber menyebutkan bahwa daun ungu khususnya yang bervarietas urido-sanguineum Sims memiliki khasiat sebagai obat herbal untuk penyakit wasir.

Studiofru
Studiofru
Cover Image for Mangsian (Phyllanthus reticulatus) sebagai Bahan Alternatif Pewarna Kain

Mangsian (Phyllanthus reticulatus) sebagai Bahan Alternatif Pewarna Kain

Flora
Setu Patok

Dalam pengobatan tradisional sebagaimana tercatat dalam Ayurveda, tumbuhan ini terutama bagian daunnya banyak digunakan untuk pengobatan malaria, diabetes, polio, campak, asma, sakit tenggorokan, gigitan ular, konjungtivitis, anemia, penyakit mata, luka, luka bakar, pendarahan gusi, kejang otot, cacingan, sakit kepala, dan abses.

Studiofru
Studiofru
Cover Image for Sejarah Penyebaran Padi (Oryza sativa), Manfaat bagi Kesehatan dan Penggunaannya dalam Berbagai Ritual Budaya

Sejarah Penyebaran Padi (Oryza sativa), Manfaat bagi Kesehatan dan Penggunaannya dalam Berbagai Ritual Budaya

Flora
Setu Patok

Beberapa peneliti meyakini bahwa padi pertama kali dibudidayakan di daerah Cina ribuan tahun yang lalu dengan genetika transisi dari tumbuhan padi liar (O. rufipogon dan O. nivaara) ke padi hasil budidaya (O. sativa).

Studiofru
Studiofru
Cover Image for Sintrong (Crassocephalum crepidioides) - Tanaman Pangan Populer di Afrika

Sintrong (Crassocephalum crepidioides) - Tanaman Pangan Populer di Afrika

Flora
Setu Patok

Sebagai bahan konsumsi tumbuhan sintrong dikatakan dapat dijadikan sumber protein yang baik bagi manusia dan hewan.

Studiofru
Studiofru
Cover Image for Chaya (Cnidoscolus aconitifolius) dan Kandungan Proteinnya yang Dianggap Cocok sebagai Bahan Makanan Pengganti Daging

Chaya (Cnidoscolus aconitifolius) dan Kandungan Proteinnya yang Dianggap Cocok sebagai Bahan Makanan Pengganti Daging

Flora
Setu Patok

Daun chaya mentah dikatakan dapat menjadi racun karena mengandung glukosida yang dapat mengeluarkan racun sianida.

Studiofru
Studiofru


© 2022 - 2026 © Studiofru. All rights reserved.