Studiofru | Green Project
Studiofru | Green Project

Artikel.

Mangga (Mangifera indica)

Flora
Setu Patok
Cover Image for Mangga (Mangifera indica)

Identitas Penamaan

Mangga dalam Bahasa Indonesia merupakan drupe atau buah berbiji dari keluarga jambu mete (Anacardiaceae) yang dikenal sebagai Mangifera indica dalam bahasa Latin. Secara Internasional tanaman ini dikenal dengan nama mango.

Sumber penamaan populernya berasal dari beberapa kata yang diadaptasi dari berbagai bahasa. Kata manga berasal dari bahasa Portugis untuk manga, dalam bahasa Melayu mangga serta dari bahasa Tamil man (pohon mangga) dan kay (buah). Sedangkan nama sains Mangifera indica merujuk pada tumbuhan yang menahan mangga di India (Etymonline, 2020).

Sumber lain menyatakan bahwa nama mangga kemungkinan besar berasal dari kata manna dari bahasa Malayam yang diadopsi Portugis sebagai manga ketika mereka datang ke Kerala pada tahun 1498 untuk perdagangan rempah-rempah (The Editors of Encyclopaedia Britannica, 2023).

Taksonomi

KingdomPlantae
PhylumTracheophyta
ClassMagnoliopsida
OrderSapindales
FamilyAnacardiaceae
GenusMangifera
SpeciesMangifera indica

sejarah penyebaran mangga

Asal dan Sejarah Penyebaran

Mangga diketahui adalah buah yang berasal dari wilayah kaki pegunungan Himalaya Asia Selatan (India Timur, Burma dan Kepulauan Andaman) yang berbatasan dengan Teluk Benggala. Mangga merupakan buah nasional di negara India, Pakistan, dan Filipina, sedangkan pohon mangga adalah pohon nasional Bangladesh.

Berikut merupakan penggalan tulisan dari sebuah laporan ilmiah yang ditulis oleh Yadav & Singh (2017). Budidaya mangga dimulai pada sekitar 4000 yang lalu di India melalui bukti catatan yang ditulis oleh de Candolle. Dari pusatnya di wilayah Indo-Burma (Myanmar) benih mangga dibawa ke luar dimulai pada sekitar tahun 300 - 400 masehi. Awalnya benih mangga dibawa ke Asia Tenggara dan kepulauan Melayu hingga akhirnya sampai di Cina pada abad ke-7 masehi.

Sebuah catatan sejarah dan bukti paleo-botani mengenai sejarah mangga di wilayah Indo-Burma-Melayu menyatakan bahwa Hsuan-tsang merupakan orang pertama yang membawa mangga ke Cina pada abad ke-7 masehi. Kemudian mangga dibawa oleh para penjelajah dari Persia ke Afrika Timur pada sekitar abad 10 masehi dan memasuki Filipina melalui para misionaris musim ke Sulu dan Mindanao pada awal abad ke-15 masehi. Dari Filipina lalu mangga mulai menyebar luas ke penjuru dunia pada akhir abad ke-15 masehi dibawa oleh para penjelajah Spanyol dan Portugis.

Orang Portugis konon memperkenalkan secara vegetatif metode perbanyakan melalui kloning di India untuk pertama kalinya dengan mengkloning pohon mono-embrio unggul pada abad ke-15 masehi. Kultivar mangga terpenting di India seperti Alphonso, Dashehari dan Langra, adalah seleksi yang dibuat pada masa Akbar (1542--1605 M) dan telah diperbanyak dengan cara vegetatif selama beberapa ratus tahun.

Pertumbuhan dan Deskripsi Bentuk

Pohonnya selalu hijau dengan ketinggian yang dapat mencapai hingga 15--18 meter dan mencapai usia yang sangat tua. Daunnya sederhana berbentuk lanset (bentuk pisau pembedah), dengan panjangnya yang bisa mencapai hingga 30 cm. Bunganya kecil berwarna merah muda dan cenderung harum. Beberapa dari bunganya memiliki benang sari dan putik, sementara yang lain hanya memiliki benang sari.

Buahnya sangat bervariasi dalam ukuran, warna dan karakter. Bentuknya lonjong, bulat, berbentuk hati atau ginjal yang panjang dan ramping. Mangga terkecil tidak lebih besar dari plum, sementara yang lain mungkin memiliki berat 1,8 hingga 2,3 kg (4 hingga 5 pon). Beberapa varietas berwarna cerah dengan corak merah dan kuning, sementara yang lain berwarna hijau kusam. Biji besar tunggal pipih, dan daging yang mengelilinginya berwarna kuning hingga oranye, berair, dan rasa manis-pedas yang khas (The Editors of Encyclopaedia Britannica, 2023).

daun mangga

khasiat dan kegunaan mangga

Khasiat dan Kegunaan

Mangga diketahui sejak berabad - abad lalu memiliki banyak khasiat terhadap kesehatan. Mangga telah menjadi makanan penting yang disebutkan dalam pengobatan tradisional Ayurveda India dan telah banyak dikonsumsi selama lebih dari 4000 tahun. Mangga diketahui kaya akan beta-carotene (pigmen yang bertanggung jawab atas warna kuning-oranye pada buahnya). Beta-carotene merupakan kandungan senyawa antioksidan yang telah terbukti dapat melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan berpotensi menyebabkan kanker (WebMD Editorial Contributor, 2020).

Khasiat lainnya yang perlu untuk diketahui adalah bahwa mangga mengandung sekelompok enzim pencernaan yang disebut amilase. Sehingga buah ini sangat baik untuk kesehatan pencernaan.

Selain itu mangga diyakini sangat membantu sebagai dukungan sistem cardiovascular. Yang mana melalui kandungan magnesium dan potassiumnya dapat membantu menurunkan tekanan darah. Sedangkan kandungan mangiferin pada buah mangga diyakini dapat membantu mengurangi peradangan jantung.  

Mangga dalam Kebudayaan dan Agama

Mangga terkait erat dengan cerita rakyat dan upacara keagamaan di India. Buddha sendiri dihadiahi sebuah pepohonan mangga kecil yang mungkin ia temukan untuk beristirahat dalam keteduhannya yang penuh syukur (The Editors of Encyclopaedia Britannica, 2023).

Industri dan Budidaya Mangga di Indonesia

Indonesia adalah salah satu penghasil mangga terbesar di dunia, dengan buah yang banyak dibudidayakan di seluruh negeri. Menurut laporan Statista, Indonesia menghasilkan sekitar 2,86 juta metrik ton mangga pada tahun 2021, menjadikannya salah satu produsen mangga terbesar di dunia.

Menurut laporan International Society for Horticultural Science, Jawa Timur merupakan provinsi utama penghasil mangga di Indonesia, diikuti oleh Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Timur. Laporan tersebut juga menyatakan bahwa budidaya mangga di Indonesia sebagian besar dilakukan oleh petani kecil dengan menggunakan metode tradisional, melalui penggunaan teknologi dan input modern yang terbatas.

Adapun beberapa jenis mangga yang umumnya ditanam di Indonesia antara lain Arumanis, Gedong Gincu, Manalagi, dan Harum Manis.

Lokasi

Daftar Pustaka

ACIR Community. (2023). Usda.gov. https://acir.aphis.usda.gov/s/cird-taxon/a0ut0000000mNHOAA2/mangifera-indica

Etymonline. (2020). Etymonline.com. https://www.etymonline.com/word/mango

The Editors of Encyclopaedia Britannica. (2023, November 1). Mango | Description, History, cultivation, & Facts. Encyclopedia Britannica. https://www.britannica.com/plant/mango-plant-and-fruit

WebMD Editorial Contributor. (2020, September 22). Health Benefits of Mangoes. WebMD; WebMD. https://www.webmd.com/diet/health-benefits-mango

Yadav, D., & Singh, S. (2017). Mango: History origin and distribution. ~ 1257 ~ Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry6(6), 1257--1262. https://www.phytojournal.com/archives/2017/vol6issue6/PartR/6-6-82-484.pdf


Cetak artikel ini

Share

Comment on this article

Cari Artikel

Filter Berdasarkan Kategori

Filter Berdasarkan Lokasi

Catatan Lainnya

Cover Image for Chaya (Cnidoscolus aconitifolius) dan Kandungan Proteinnya yang Dianggap Cocok sebagai Bahan Makanan Pengganti Daging

Chaya (Cnidoscolus aconitifolius) dan Kandungan Proteinnya yang Dianggap Cocok sebagai Bahan Makanan Pengganti Daging

Flora
Setu Patok

Daun chaya mentah dikatakan dapat menjadi racun karena mengandung glukosida yang dapat mengeluarkan racun sianida.

Studiofru
Studiofru
Cover Image for Budaya Lokal Masyarakat Papua Nugini dalam Memanfaatkan Ubi Jalar (Ipomoea batatas) sebagai Bahan Pangan

Budaya Lokal Masyarakat Papua Nugini dalam Memanfaatkan Ubi Jalar (Ipomoea batatas) sebagai Bahan Pangan

Flora
Setu Patok

Daun merupakan salah satu bagian dari tanaman ubi jalar yang bisa dikonsumsi. Beberapa kandungan diketahui berada pada daun tanaman ini, diantaranya yaitu vitamin B2, C, E, biotin dan beta-karoten.

Studiofru
Studiofru
Cover Image for Bunga Matahari (Helianthus annuus L.)

Bunga Matahari (Helianthus annuus L.)

Flora
Setu Patok

Minyak dari bunga matahari digunakan baik untuk memasak maupun dalam industri misalnya sebagai bahan dasar cat, sabun dan pelumas.

Studiofru
Studiofru
Cover Image for Kersen/Ceri (Muntingia calabura)

Kersen/Ceri (Muntingia calabura)

Flora
Setu Patok

Banyak penelitian telah dilakukan untuk membuktikan bahwa daun pohon kersen dapat membantu untuk penyakit diabetes.

Studiofru
Studiofru
Cover Image for Daun Ungu (Graptophyllum pictum)

Daun Ungu (Graptophyllum pictum)

Flora
Setu Patok

Berbagai sumber menyebutkan bahwa daun ungu khususnya yang bervarietas urido-sanguineum Sims memiliki khasiat sebagai obat herbal untuk penyakit wasir.

Studiofru
Studiofru
Cover Image for Mangsian (Phyllanthus reticulatus)

Mangsian (Phyllanthus reticulatus)

Flora
Setu Patok

Dalam pengobatan tradisional sebagaimana tercatat dalam Ayurveda, tumbuhan ini terutama bagian daunnya banyak digunakan untuk pengobatan malaria, diabetes, polio, campak, asma, sakit tenggorokan, gigitan ular, konjungtivitis, anemia, penyakit mata, luka, luka bakar, pendarahan gusi, kejang otot, cacingan, sakit kepala, dan abses.

Studiofru
Studiofru


© 2022 - 2026 © Studiofru. All rights reserved.